“Socrates learned to dance when he was seventy because he felt that an essential part of himself had been neglected.”
Hari ini saat membereskan kamar, saya kebetulan menemukan video dengan label tulisan: Choreography Past + Present Term 1. Wow, ternyata video ini adalah video salah satu dance performance/production yang saya lakukan zaman dulu di Aberfoyle Park High School, Australia dan langsung terbawa ke memori-memori saat itu. Sesuai dengan label di video tersebut, tema dari dance production tersebut adalah mengadaptasi berbagai macam karya koreografer-koreografer terkenal sepanjang masa. Saya sendiri (bersama kelas saya) ikut dalam dua tarian, yang satu terinspirasi oleh Doris Humphrey dan yang satu lagi terinspirasi oleh Bob Fosse.
Untuk tarian pertama, saya dan teman-teman mengadaptasi tarian “Water Study” yang merupakan salah satu karya koreografi Doris Humphrey dan menamakan tarian kami “Aqua Essence”. Doris Humphrey sendiri adalah salah satu pioner tari modern Amerika, setipe dengan Isadora Duncan. Hal tersebut terlihat pada penemuan teknikal Humprey tentang ide mengenai “fall and recovery”. Humprey melihat kehidupan dan tarian sebagai “busur diantara dua kematian” atau “arc between two deaths”. Dua kematian yang dimaksud disini adalah keheningan sebelum dan setelah keheningan. Humprey tidak terlalu tertarik presentasi visual dari tarian itu sendiri, tetapi tariannya dapat bergerak dalam waktu dan ruang sehingga menciptakan ritme yang melebihi suatu efek visual. Di zaman tersebut saat kebanyakan koregorafer masih memiliki obsesi terhadap gerakan yang bersifat balet dengan gerakan yang memaksa tungkai dan lengan, Doris Humprey menciptakan kesepahaman antara tarian dengan gravitasi yang merupakan gaya universal yang memotivasi tubuh. Bahkan Doris Humprey mengatakan, “A movement without motivation is unthinkable”.
Tarian water study merupakan salah satu karya terkenal Doris Homprey, dan tarian originalnya tidak memakai musik dalam pertunjukannya. Jadi bisa dibilang tarian ini dimainkan dalam kesunyian. Tetapi, untuk pertunjukan Aqua Essence, kami memakai musik, takut orang-orang tidak bisa mengerti atau mungkin mengira bahwa sound system-nya rusak. Akan tetapi, penerapan prinsip-prinsip Humprey tetap diterapkan dalam tarian tersebut.
Tarian yang kedua sebenarnya merupakan karya tarian kelas lain, dan kelas saya cuma menjadi “figuran” disana. Mengangkat tema “Chicago” yang merupakan salah satu karya Bob Fosse yang terkenal. Tarian kedua ini memakai lagu “All that Jazz” yang pasti langsung mengingatkan orang pada panggung musikal Chicago. Tarian yang kedua ini bercerita tentang sekumpulan gadis-gadis yang melakukan audisi tari. Disaat teman-teman kelas lain yang berperan sebagai gadis lolos audisi memakai kostum hitam-hitam elegan dengan stocking jala-jala dan terlihat cantik, saya yang berperan sebagai gadis yang kalah audisi cuma memakai Tshirt dan training (yang hitam-hitam juga) yang tidak terlihat manis hahaha. Memang sudah peran. Tarian tersebut bukan spotlight bagian saya, tetapi siapa yang bisa menolak untuk menari?
Being clear and transparent, I allow the shine to come through and you might be able to see a reflection of yourself on me. As much as I love Indonesia, my true nation is this world, because honesty & kindness know no boundary.