Campus/School


Dunia pendidikan memiliki filosofi yang berisi tujuan, aplikasi, dan interpretasi dari pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Untuk lebih spesifiknya, perguruan tinggi yang merupakan bagian dari dunia pendidikan juga mengemban tugas yang mengarah kepada filosofi pendidikan tersebut. M. Hatta mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tugas penting untuk membentuk manusia susila demokrat yang memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan, dan cakap memangku jabatan atau pekerjaan dalam masyarakat.

Di perguruan tinggi, peran mahasiswa yang pokok dalam pendidikan memang untuk belajar dan menimba ilmu. Akan tetapi mahasiswa bukan hanya bisa menjadi penyerap atau penerima ilmu. Status mahasiswa juga memiliki pengaruh yang besar sehingga perannya dalam pendidikan tidak hanya untuk berada di bawah stuktur hirarki institusi pendidikan tinggi. Karena itulah kemahasiswaan terbentuk dan aktor utama dalam kemahasiswaan hanya ada satu, yaitu mahasiswa yang mengemban peran sebagai pembelajar: pembelajar ilmu pengetahuan serta kemampuan-kemampuan yang dapat digunakannya untuk mendukung pengetahuan bidang yang dipelajari.

Dapat dilihat dari pembahasan diatas bahwa, untuk memenuhi tugas perguruan tinggi, setiap mahasiswa diharapkan dapat memenuhi tiga kualitas yang telah disebut. Akan tetapi, pembelajaran yang dimasukkan dalam kurikulum formal institusi pendidikan tinggi biasanya tidak mencakup pengembangan mahasiswa kepada seluruh tiga kualitas yang telah disebutkan. Pendidikan dalam kelas lebih mengarah pada bagaimana mahasiswa bisa mendapatkan ilmu pengetahuan.

Untuk memenuhi seluruh kualitas yang dibutuhkan, mahasiswa membutuhkan sarana untuk mengeksplor pendidikan lebih dari apa yang dipelajari di ruang kelas. Kemahasiswaan berperan sebagai suatu sistem pendukung bagi para mahasiswa untuk dapat membentuk dan mengarahkan diri mereka menjadi mahasiswa yang ideal. Intinya, kemahasiswaan memberi nilai tambah (added value) berupa pengalaman serta kemampuan atau keahlian yang dapat digunakan untuk membuat diri mereka memenuhi syarat dalam bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat serta cakap dalam memangku jabatan di masyarakat. Kemahasiswaan juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang sudah memelihara ilmu pengetahuan karena telah mengerti apa yang dipelajari di kelas, untuk memajukan ilmu pengetahuan dengan mengembangkan ide-ide mereka bersama mahasiswa-mahasiswa lain.

Peran kemahasiswaan dalam dunia pendidikan sangatlah penting karena kemahasiswaan merupakan salah satu elemen yang mendukung tujuan utama dari filosofi pendidikan itu sendiri. Kemahasiswaan merupakan sesuatu yang bisa menggerakkan serta memotivasi para mahasiswa untuk melakukan sesuatu sebagai pembelajar dan seperti yang dikatakan oleh seorang filsuf Inggris bernama Herbert Spencer bahwa “The great aim of education is not knowledge, but action.”

— essay untuk Fit & Proper Test tahun lalu yang baru ditemukan lagi

“Socrates learned to dance when he was seventy because he felt that an essential part of himself had been neglected.”

Hari ini saat membereskan kamar, saya kebetulan menemukan video dengan label tulisan: Choreography Past + Present Term 1. Wow, ternyata video ini adalah video salah satu dance performance/production yang saya lakukan zaman dulu di Aberfoyle Park High School, Australia dan langsung terbawa ke memori-memori saat itu. Sesuai dengan label di video tersebut, tema dari dance production tersebut adalah mengadaptasi berbagai macam karya koreografer-koreografer terkenal sepanjang masa. Saya sendiri (bersama kelas saya) ikut dalam dua tarian, yang satu terinspirasi oleh Doris Humphrey dan yang satu lagi terinspirasi oleh Bob Fosse.

Untuk tarian pertama, saya dan teman-teman mengadaptasi tarian “Water Study” yang merupakan salah satu karya koreografi Doris Humphrey dan menamakan tarian kami “Aqua Essence”. Doris Humphrey sendiri adalah salah satu pioner tari modern Amerika, setipe dengan Isadora Duncan. Hal tersebut terlihat pada penemuan teknikal Humprey tentang ide mengenai “fall and recovery”. Humprey melihat kehidupan dan tarian sebagai “busur diantara dua kematian” atau “arc between two deaths”. Dua kematian yang dimaksud disini adalah keheningan sebelum dan setelah keheningan. Humprey tidak terlalu tertarik presentasi visual dari tarian itu sendiri, tetapi tariannya dapat bergerak dalam waktu dan ruang sehingga menciptakan ritme yang melebihi suatu efek visual.  Di zaman tersebut saat kebanyakan koregorafer masih memiliki obsesi terhadap gerakan yang bersifat balet dengan gerakan yang memaksa tungkai dan lengan, Doris Humprey menciptakan kesepahaman antara tarian dengan gravitasi yang merupakan gaya universal yang memotivasi tubuh. Bahkan Doris Humprey mengatakan, “A movement without motivation is unthinkable”.
Tarian water study merupakan salah satu karya terkenal Doris Homprey, dan tarian originalnya tidak memakai musik dalam pertunjukannya. Jadi bisa dibilang tarian ini dimainkan dalam kesunyian. Tetapi, untuk pertunjukan Aqua Essence, kami memakai musik, takut orang-orang tidak bisa mengerti atau mungkin mengira bahwa sound system-nya rusak. Akan tetapi, penerapan prinsip-prinsip Humprey tetap diterapkan dalam tarian tersebut.

Tarian yang kedua sebenarnya merupakan karya tarian kelas lain, dan kelas saya cuma menjadi “figuran” disana. Mengangkat tema “Chicago” yang merupakan salah satu karya Bob Fosse yang terkenal. Tarian kedua ini memakai lagu “All that Jazz” yang pasti langsung mengingatkan orang pada panggung musikal Chicago. Tarian yang kedua ini bercerita tentang sekumpulan gadis-gadis yang melakukan audisi tari. Disaat teman-teman kelas lain yang berperan sebagai gadis lolos audisi memakai kostum hitam-hitam elegan dengan stocking jala-jala dan terlihat cantik, saya yang berperan sebagai gadis yang kalah audisi cuma memakai Tshirt dan training (yang hitam-hitam juga) yang tidak terlihat manis hahaha. Memang sudah peran. Tarian tersebut bukan spotlight bagian saya, tetapi siapa yang bisa menolak untuk menari?

Di Pagelaran LSS 2008,
Tari rakyat bubuka: penari jadi centil.
Tari menak bubuka: penari tampak anggun.
Tari Kandagan: penari berlagak gagah.
Tari Jaipongan Bentang Timur: penari terlihat menggoda!!!
That shows how women can be attractive in many ways..

(Jadi kangen masa-masa latihan nari & persiapan pagelaran LSS 2008 kemaren..hix.. Glad and sad it’s over at the same time)